Tebing Keraton Bandung: Melihat Indahnya Panorama Alam di Kota Kembang

Tebing Keraton Bandung: Melihat Indahnya Panorama Alam di Kota Kembang

Diposting pada

Tebing Keraton telah menjadi destinasi wisata Bandung yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir.

Berlokasi di Lembang, Ciburial, Tebing Keraton menawarkan pemandangan indah yang menggabungkan pesona alam dan sejarah, yang akan membuat liburan Anda tak terlupakan.

Tebing ini menawarkan pemandangan luar biasa dan suasana alam yang tak ada duanya, menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi saat Anda berada di Bandung.

Nikmati pesona memukau dan pemandangan indah di Tebing Keraton Bandung, salah satu tujuan wisata menarik di Kota Kembang yang menawarkan pengalaman yang unik dan mengesankan.

Baca postingan ini hingga tuntas guna mengetahui sejarah, fasilitas, daya tarik, jam buka, harga tiket masuk (htm) alamat lengkap serta rute menuju salah satu tempat wisata di Bandung yang lagi viral.

Sejarah Tebing Keraton Bandung

Asal mula nama Tebing Keraton berasal dari cerita masyarakat setempat yang mengatakan bahwa tempat tersebut merupakan tempat peristirahatan para raja dan keluarganya.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, fungsi dari Tebing Keraton lebih menjadi destinasi wisata. Tebing ini ditemukan oleh seorang warga Bandung, sekitar tahun 2013.

Saat itu, orang-orang Bandung tidak banyak yang mengenal tempat ini karena baru terbuka untuk umum.

Pada awalnya, Tebing Keraton tidak difasilitasi dengan baik oleh pemerintah setempat.

Namun, berkat promosi yang dilakukan oleh warga melalui sebaran foto di media sosial, semakin banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi tempat ini.

Kini, Tebing Keraton telah dikembangkan dengan baik untuk meningkatkan kenyamanan para pengunjung.

Salah satu alasan mengapa banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung ke Tebing Keraton Bandung adalah panorama alamnya yang sangat indah dan memukau.

Dari sini, Anda bisa melihat hamparan perbukitan yang hijau dengan latar belakang langit yang biru.

Selain itu, ada sensasi unik saat mengunjungi Tebing Keraton Bandung di pagi hari. Begitu matahari terbit, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan “lautan awan”.

Ini adalah fenomena alam yang hanya bisa Anda saksikan jika cuaca di pagi hari sedang cerah.

Fasilitas Tebing Keraton Bandung

Tebing Keraton kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti toilet, area parkir, mushola, gazebo, Lavatory serta warung-warung makan yang menjajakan makanan ringan atau makanan berat dengan harga yang terjangkau.

Postingan Terkait:  Kawah Putih Ciwidey Bandung: Wisata Alam yang Menenangkan

Daya Tarik dan Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Tebing Keraton Bandung

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan saat di Tebing Keraton Bandung. Berikut adalah beberapa aktivitas yang wajib Anda coba ketika berkunjung ke destinasi wisata ini:

Menikmati Pemandangan Indah

Tidak diragukan lagi, pemandangan indah adalah daya tarik utama Tebing Keraton. Anda dapat melihat pemandangan Kota Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu dari kejauhan yang amat menakjubkan.

Saat cuaca cerah, pemandangan di Tebing Keraton akan lebih spektakuler dan membuat para pengunjung betah berlama-lama.

Pada pagi hari, Anda dapat melihat kabut yang menyelimuti Kota Bandung, yang akan memberikan kesan sangat eksotis.

Selain itu, pemandangan Tebing Keraton Bandung saat matahari terbit dan matahari terbenam juga sangat memukau, sehingga banyak pengunjung yang sengaja datang lebih awal atau menjelang sore.

Berfoto dengan Background Menarik

Sesampainya di Tebing Keraton, Anda akan menemui banyak spot foto yang cantik dan instagenik.

Mulai dari papan penunjuk lokasi yang unik, gardu pandang yang terbuat dari bambu, hingga bebatuan raksasa yang sangat populer sebagai latar selfie.

Jadi, jangan lupa untuk menyiapkan kamera dan mengabadikan foto-foto menarik di sini sebagai kenang-kenangan atau unggahan di media sosial.

Berkemah

Berkemah adalah kegiatan yang menyenangkan, terutama jika dilakukan bersama keluarga atau teman-teman.

Salah satu tempat yang menawarkan pengalaman berkemah yang sangat menakjubkan adalah Tebing Keraton di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Kegiatan berkemah di Tebing Keraton menjadi salah satu aktivitas favorit para wisatawan yang datang ke Bandung.

Apalagi bagi mereka yang ingin “melepaskan” diri dari hiruk-pikuk kehidupan kota sejenak.

Selain itu, Berkemah di Tebing Keraton bukanlah sekadar berkemah biasa. Anda akan diajak untuk merasakan menyatu dengan alam dan menikmati suasana yang sangat damai.

Dengan lokasi yang strategis di kaki pegunungan, Tebing Keraton Bandung menjadi tempat yang ideal untuk berkemah.

Anda bisa merasakan sensasi tidur di bawah langit yang penuh dengan bintang dan mendengarkan suara gemericik aliran air sungai yang berada di bawah tebing.

Trekking dan Soft Hiking

Memulai petualangan Anda di Tebing Keraton memerlukan persiapan yang matang.

Trekking dan soft hiking di sini memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan aktivitas fisik seperti ini.

Jarak yang harus ditempuh untuk mencapai puncak sekitar 1-2 kilometer dengan kondisi jalur yang menanjak dan berbatu.

Siapkan perlengkapan hiking Anda seperti sepatu yang nyaman, pakaian hangat, topi, kacamata hitam, dan sunblock.

Jangan lupa membawa air minum dan camilan, serta alat komunikasi seperti ponsel dan lainnya.

Selalu patuhi rambu dan peraturan yang ada, dan pastikan Anda dalam kondisi fisik yang prima sebelum memulai petualangan ini.

Postingan Terkait:  Kebun Begonia Lembang: Surga Floris yang Tersembunyi di Jawa Barat

Pesona keindahan alam Tebing Keraton, Bandung akan terbayar lunas saat Anda mencapai puncak.

Pemandangan matahari terbit, hamparan hutan yang hijau, dan dinginnya udara pegunungan, akan memberikan Anda pengalaman yang tidak terlupakan.

Kenali trek Anda, berjalanlah dengan pelan dan nikmati setiap momen di sana. Ingatlah, tujuannya bukan hanya mencapai puncak, tetapi menikmati setiap proses dalam perjalanan Anda.

Jam Buka Tebing Keraton Bandung

Beruntung bagi Anda, Tebing Keraton Bandung buka setiap hari, mulai dari Senin sampai Minggu. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jam bukanya.

Tebing Keraton dibuka bagi pengunjung mulai pukul 08.00 WIB di pagi hari dan ditutup pada pukul 18.00 WIB.

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa jam buka tersebut begitu spesifik? Jika Anda mengunjungi saat fajar menyingsing atau matahari terbenam, Anda akan mendapatkan pemandangan yang begitu menakjubkan.

Tidak heran, banyak pengunjung yang rela bangun pagi-pagi atau menunggu sampai sore hari hanya untuk melihat keindahan alam tersebut.

Dengan kata lain, ini adalah jendela waktu sempurna bagi Anda untuk bisa menikmati pemandangan matahari yang terbit maupun matahari yang tenggelam dengan latar belakang pegunungan yang megah.

Pentingnya Mengetahui Jam Buka

Mengetahui jam buka dari Tebing Keraton sangat penting, terutama jika Anda ingin merencanakan kunjungan Anda dengan matang.

Mengingat popularitas dari destinasi ini, pasti banyak pengunjung lain yang juga mendambakan pemandangan yang sama.

Mengetahui informasi ini juga akan membantu Anda merencanakan perjalanan Anda dengan lebih baik.

Misalnya, jika Anda berencana untuk menikmati matahari pagi, Anda perlu memastikan bahwa Anda telah sampai di lokasi sebelum pukul 08.00 WIB.

Hal ini juga berlaku jika Anda ingin menikmati matahari tenggelam.

Secara umum, pengetahuan tentang jam operasional ini akan sangat membantu dalam merencanakan pertemuan, jeda makan, atau kegiatan lainnya selama kunjungan Anda.

Harga Tiket Masuk Tebing Keraton Bandung

Ketika memutuskan untuk menikmati keindahan alam di Tebing Keraton, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait biaya masuk.

Update harga tiket masuk Tebing Keraton Bandung di tahun ini adalah Rp17.000,- per orang. Sedangkan Kepada wisatawan dari mancanegara, pihak pengelola mematok biaya masuk sebesar Rp75.000,- per orang.

Terdapat pula biaya tambahan untuk parkir. Untuk motor, tarifnya adalah Rp5.000,- dan untuk mobil Rp10.000,-. Biaya ini berlaku setiap hari.

Selain itu, terdapat pula tiket masuk berkelompok yang bisa menjadi opsi bagi Anda yang berwisata dengan rombongan.

Alamat dan Lokasi Tebing Keraton Bandung

Tebing Keraton Bandung berlokasi di Puncak Kordon, RT.2/RW.10, Ciburial, Kec. Cimenyan, Bandung Barat, Jawa Barat 40198

Terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, tempat ini menawarkan panorama yang menakjubkan.

Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau ojek online. Lokasinya yang berada di daerah pegunungan membuat Tebing Keraton tidak mudah diakses menggunakan angkutan umum.

Postingan Terkait:  Dusun Bambu Lembang Bandung: Wisata Alam yang Menawan dengan Nuansa Tradisional

Dari pusat Kota Bandung, Anda membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam untuk mencapai Tebing Keraton.

Jalan menuju ke Tebing Keraton cukup menantang dengan tanjakan dan tikungan tajam yang akan Anda temui. Oleh karena itu, saat mengendarai kendaraan, pastikan pengemudi berhati-hati dan waspada.

Rute Menuju Tebing Keraton

Rute menuju Tebing Keraton relatif mudah dilakukan. Bandung sendiri dapat diakses melalui beberapa rute, tetapi berikut ini adalah rute yang paling umum biasanya diambil oleh para wisatawan baik menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Dari Jakarta ke Bandung

Dari Jakarta, Anda bisa memilih jalur darat atau udara untuk mencapai Bandung. Jika memilih jalur darat, Anda dapat menggunakan kereta api atau bus.

Jika menggunakan bus, biasanya akan berhenti di Terminal Leuwipanjang, dari sana Anda bisa menggunakan angkot atau taksi online untuk menuju daerah Dago.

Namun, jika Anda menggunakan kereta api, Anda akan turun di Stasiun Bandung, dari situ Anda bisa menggunakan angkot menuju daerah Dago.

Dari Bandung ke Dago Pakar

Setelah Anda sampai di daerah Dago, Anda bisa tiket masuk Tebing Keraton di pos tiket yang terletak di Jl. Bukit Pakar Timur No.45, Dago Pakar.

Anda bisa naik angkot dari daerah Dago menuju terminal Dago dan turun di terakhir. Setelah itu, Anda bisa naik angkot lagi atau naik ojek menuju Tebing Keraton.

Waktu Tempuh

Dari Jakarta ke Bandung memerlukan waktu tempuh sekitar 3-4 jam tergantung kondisi lalu lintas dan moda transportasi yang dipilih.

Dari Stasiun Bandung atau Terminal Leuwipanjang, Anda memerlukan waktu sekitar 30 menit-1 jam untuk mencapai daerah Dago, dan 15-30 menit lagi untuk bisa mencapai Tebing Keraton.

Tips Untuk Pengunjung

Berikut ini beberapa tips untuk Anda yang berencana mengunjungi Tebing Keraton:

Datanglah Lebih Awal

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Tebing Keraton terkenal dengan pemandangan matahari terbit dan matahari tenggelamnya. Datanglah lebih awal agar Anda tidak kehilangan momen tersebut.

Gunakan Pakaian yang Tepat

Mengingat Tebing Keraton berada di daerah pegunungan, cuaca bisa sangat dingin, terutama di pagi dan sore hari. Pastikan Anda mengenakan pakaian yang cukup hangat.

Bawa Kamera

Tentu saja dengan banyaknya spot-spot foto instagramable yang tersedia, Anda harus membawa kamera untuk mengabadikan momen mengesankan yang Anda alami disini.

Jaga Kebersihan

Sebagai pengunjung, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kelestarian tempat ini. Biasakan untuk tidak membuang sampah semabarangan dan menjaga fasilitas yang ada.

Galeri Foto Tebing Keraton Bandung

Video Tebing Keraton Bandung

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa harga tiket masuk Tebing Keraton?

Wisatawan lokal: Rp 17.000,- per orang.
Wisatawan asing: Rp 75.000,- per orang.

Kenapa di sebut Tebing Keraton?

Karena posisinya yang menjorok maka dinamakan tebing. Sementara Keraton sendiri disebabkan oleh kemegahan alam di lokasi tersebut.

Berapa tinggi Tebing Keraton?

Lokasinya berada di ketinggian 1200 Mdpl, tepatnya di daerah Dago Pakar.

Kesimpulan

Dengan mengunjungi Tebing Keraton Bandung, Anda tentu akan mendapatkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Mulailah merencanakan liburan Anda ke Tebing Keraton dan nikmati indahnya panorama alam di Kota Kembang yang tiada duanya.

Selain itu, Tempat wisata ini juga bukan sekedar objek wisata, tetapi juga penanda akan keagungan alam yang perlu kita hargai dan lestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *